Thursday, December 12, 2019

Wajib Baca Ini! 10 Macam Penyakit Pada Sistem Pernapasan Manusia


Untuk bisa hidup, semua mahkluk hidup harus bernafas khususnya manusia. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa manusia memiliki sebuah sistem pernapasan. Sistem pernapasan ini menjadi salah satu sistem organ terpenting pada tubuh manusia. Namun, jika sistem pernapasan mengalami gangguan, pasti kita jadi susah untuk bernapas kan? Gangguan atau penyakit apa aja sih yang menganggu sistem pernapasan? Yuk simak ulasan berikut ini.
1.      Asma
Asma merupakan penyakit pada sistem pernapasan yang diakibatkan oleh alergi berupa debu, polusi, asap, bulu, hingga rambut. Pada penderita asma, paru-paru tidak mampu menyerap oksigen dengan baik sehingga terjadinya kontraksi kaku pada bronkiolus. Nah kondisi seperti ini lah yang bisa mengakibatnya susahnya bernapas. Asma juga terjadi akibat menyempitnya saluran pernapasan terutama pada organ paru-paru. Penyakit ini bukanlah penyakit menular, melainkan bisa timbul karena keturunan. Penderita bisa kambuh ketika berada di lingkungan yang udaranya berpolusi, suhunya dingin, stress, dan juga akibat alergi. 
Berikut gejala-gejala asma yang umumnya dialami:
1.      Rasa sesak di bagian dada
2.      Ketika bernapas berbunyi ngiik ngiik….
3.      Batuk-batk karena cuaca yang dingin
4.      Ketika berolahrga, cepat lelah dan bernafas menjadi pendek
5.      Sulit tidur karena dada sakit
6.      Kambuh saat terkontaminasi udara dingin, debu, ataupun makan makanan tertentu

2.      Emfisema
Emfisema merupakan penyakit pada paru-paru yang disebabkan karena hilangnya keelastsan alveoulus dank arena pembuluh darah kemasukan udara sehingga paru-paru menjadi bengkak. Penyakit ini membuat penderita menjadi sulit bernapas dan batuk yang kronis. Penyakit ini muncul akibat terkena asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin . Berikut gejala-gejala asma yang umumnya dialami:
1.      Sesak pada dada
2.      Batuk yang kronis
3.      Rasa lelah
4.      Sesak napas dalam jangka waktu yang lama namun tidak dapat disembuhkan dengan obat yang biasa digunakan pada penderita sesak napas
5.      Nafsu makan dan berat badan yang menurun

3.      Sinusitis
Sinusitis merupakan penyakit akibat peradangan pada rongga hidung bagian atas. Ada banyak yang menjadi penyebab timbulnya penyakit ini, mulai dari jamur, virus, infeksi bakteri, flu, stress, kekebalan tubuh menurun, dan kecanduan merokok. Ada beberapa gejala yang dialami oleh penderita sinutis, yaitu:
1.      Tercium bau tidak enak pada hidup pada saat bernapas
2.      Sering bersin-bersin
3.      Keluarnya ingus kental yang bewarna putih atau kekuning-kuningan pada hidung
4.      Kepala seperti ditindih sesuatu
5.      Hidung sering tersumbat dan timbul rasa gatal atau geli

4.      Tuberkulosis (TBC)
TBC ialah penyakit yang timbul akibat adanya suatu bakteri yang bernama Mycobacterium tuberkulosis. Bakteri ini lebih sering menyerang organ tubuh paru-paru. Bakteri ini menyerang paru-paru dan menimbulkan adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveoulus. Ketika bagian semua bagian paru-paru diserang, sel paru-paru pun mati dan mengecil. Maka dari itu, penderitanya akan bernapas dengan terengah-terengah.  Perlu diketahui penyakit TBC dapat menyebabkan kematian. Kebanyakan penderita terinfeksi tanpa munculnya gejala. Jika tidak segera ditangani, kekebalan tubuh pada penderita menjadi tidak mampu lagi melwawan bakteri tuberculosis.  Terdaapat beberapa gejala dari penyakit TBC:
1.      Batuk berdahak hampir selama sebulan( bisa saja batuk darah)
2.      Sesak napas
3.      Demam dalamm jangka waktu sebulan
4.      Menurunnya nafsu makan dan berat badan
5.      Saat malam hari sering berkeringat

Penyakit TBC termasuk penyakit pernapasan yang bisa menular. Penularannya bisa melalui udara. Tidak hanya sistem pernapasan, lama-kelamaan bakteri tuberculosis akan menyebar ke seluruh bagian tubuh, mulai dari sistem saraf, tulang, persendian, dan saluran getah bening. Orang yang beresiko tinggi terkena penyakit ini ialah pengguna narkotika, petugas rumah sakit, dan orang yang merokok(penularannya).

5.      Influenza (Flu)
Penyakit yang satu ini disebabkan karena virus Influenza.  Penyakit ini paling sering dialami masyarakat umum. Siapa saja bisa terserang penyakit ini, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Apalagi ketika musim hujan,suhu udara sedang dingn.  Penyakit ini dengan cepat akan menyerangmu. Gejalanya mulai dari sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, pilek, tenggorokan terasa gatal, nyeri pada beberapa bagian tubuh, badan menggigil, dan bisa timbul demam. Biasanya, penyakit flu paling lama sembuh selama seminggu. Penyakit ini termasuk penyakit yang menular sebab bisa ditularkan lewat air liur ketika batuk dan partikel yang keluar dari sel hidung yang kemudian melayang di udara dalam ruangan tertutup. Untuk itu, ketika terkena flu, usahakan kamu memakai masker supaya orang lain tidak tertular ya!

6.      Asfiksi
Asfiksi ialah penyakit pernapasan akibat terganggunnya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Penyakit ini disebabkan karena keracunan CO dan HCN,  terisinya alveoulus dengan cairan limfa dan cairan lender, dan tenggelamnya alveolus karena terendam air.  Berikut gejala-gejala dari penyakit Asfiksi :
1.      Fase sianosis asfiksia atau dispneu            : Terjadi karena kadar oksigen yang rendah dan kadar karbondioksida yang terlalu tinggi.  Jika sudah begitu, medulla oblongata akan terangsang sehingga terjadi perubahan pada nadi, pernapasan, dan tekanan darah. Pernapasan pun akan terasa sulit dan berat, nadi bergerak cepat, dan tekanan darah naik. Fase ini kira-kira tejadi selama 4 menit.
2.      Fase konvulsi asfiksia  : Fase ini diawali dengan kejang-kejang klonik dilanjutkan dengan kenjang tonik dan terakhir terjadi kejang opistotonik. Akibatnya, kesadaran mulai hilang, denyut jantung berdetak lambat, tekanan darah menurun, dan pupil dilatasi. . Fase ini kira-kira tejadi selama 2 menit.
3.      Fase apneu  : Fase ini ditandai dengan depresi  yang menjadikan napas menjadi lemah, kesadaran menurun, hingga relaksasi spingter.
4.      Fase akhir penyakit asfiksia : Fase terakhir ini ditandai adanya paralisis pusat pernapasan. Denyut jantung masih berdetak, namun napas terhenti kemudian mati


7.      Bronkitis
Bronkisis merupakan penyakit peradangan pada selaput lender saluran bronkial. Peradangan seperti ini  bisa terjadi karena adanya infeksi mikrooorganisme. Selain itu, peradangan ini bisa timbull akibat tubuh yang merespon zat  yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, tubuh jadi alergi. Pada penderita akan muncul gejala-gejala seperti ini:
1.      Batuk berdahak
2.      Demam
3.      Sulit menelan
4.      Sakit dibagian dada
5.      Sakit kepala
6.      Flu yang tak kunjung sembuh
7.      Terjadi pembengkakakn pada pergelangan kaki.
8.      Di wajah, selaput lendir, dan telapak tangan muncul kemerah-merahan
9.      Penglihatan menjadi kabur

8.      Kanker Paru-paru
Penyakit yang satu ini tergolong penyakit yang sangat berbahaya. Mengapa begitu? Karena jika sel-sel kanker terus berkembang di paru-paru, akibatnya seluruh tubuh juga akan terserang. Pengguna rokok menjadi orang yang paling beresiko tinggi terkena kanker paru-paru. Terdapat gejala-gejala yang timbul karena kanker paru-paru:
1.      Area wajah dan leher menjadi bengkak
2.      Rasa lelah yang berlebihan
3.      Batuk  berdahak terus-menerus hingga  mengeluarkan darah
4.      Suara serak
5.      Nafsu makan dan berat badan menurun secara drastic
6.      Napas sesak
7.      Sering nyeri pada tubuh dan sakit kepala

9.      Faringitis
Penyakit radang pada faring (kerongkongan) akibat bakteri Streptococcus pharyngitis. Farngitis menyebabkan timbulnya infeksi sehingga saat menelan makanan kerongkonan terasa nyeri. Kebanyakan penyakit ini timbul karena terlalu sering merokok.

10.  Hipoksia
Merupakan gangguan pernapasan dikarenakan kondisi sindrom pada jaringan tubuh kekurangan kadar oksigen yang dipengaruhi perbedaan ketinggian. Kalau penyakit ini sudah mencapai tingkat yang fatal, bisa menyebabkan kematian  pada sel-sel. Jika masih berada di tingkat ringan, aktivitas mental akan tertekan (bisa sampai koma) dan kapasitas kerja otot pun menurun.

Nah itu dia 10 macam penyakit pada sistem pernapasan manusia. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua ya! Dapatkan tips menarik lainnya di link ini.



Friday, November 8, 2019

Inilah 5 Jenis Penyakit Gangguan Mental Paling Berbahaya Yang Wajib Kamu Ketahui!



Tentu kita mengetahui bahwa kita tidak hanya harus menjaga kesehatan fisik tetapi juga harus menjaga kesehatan mental tubuh kita. Pasalnya, apabila kamu tidak menjaga kesehatan mental dengan baik maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan mental.
Gangguan mental saat ini masih menjadi permasalahan yang cukup signifikan di dunia bahkan tak terkecuali di Indonesia. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 35 juta orang mengalami depresi, 60 juta orang menderita bipolar, 21 juta orang mengalami skizofrenia dan 47,5 juta orang menderita demensia.
Di Indonesia sendiri, seseorang yang mengalami gangguan mental biasanya dikenal dengan sebutan ‘Orang Gila’ atau ‘Sakit Jiwa’. Bahkan tak jarang seseorang yang mengalami gangguan mental tersebut mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari masyarakat ataupun orang-orang yang berada disekitarnya.
Lalu, apa saja jenis gangguan mental yang paling berbahaya dan patut diwaspadai? Berikut 5 jenis penyakit gangguan mental paling berbahaya yang perlu kamu ketahui.

1. Bipolar Disorder       
Jenis penyakit gangguan mental pertama yaitu Bipolar Disorder. Bipolar Disorder merupakan suatu kondisi dimana berubahnya kondisi suasana hati seseorang secara fluktuatif dan drastis. Nama lain dari penyakit Bipolar ini adalah Manik Depresif.
Ketika seorang pasien yang menderita Bipolar merasa sedih maka pasien tersebut akan merasa sangat tertekan, kehilangan harapan bahkan terdapat beberapa pasien yang sampai kehilangan keinginan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tetapi, pada saat pasien tersebut merasa bahagia, maka dia akan merasa sangat bersemangat dan juga penuh gairah.
Seseorang yang terkenal Bipolar biasanya memiliki beberapa gejala, gejala tersebut tergantung dengan episode yang sedang dihadapi. Seperti episode manic, episode ini terjadi ketika pasien bipolar menjadi sangat bahagia dan terlalu bersemangat. Beberapa gejala yang timbul dari pasien bipolar di episode manic, yaitu:
a.         Kurang tidur
b.        Merasa terlalu bahagia dan bersemangat secara berlebihan
c.         Menjadi lebih banyak makan
d.        Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik yang sedang dibicarakan menjadi topik pembicaraan lainnya
e.         Menurunnya kemampuan untuk melakukan suatu penilaian atau membuat suatu keputusan
f.         Menjadi sangat sensitif dan lebih mudah tersinggung bahkan pada hal-hal kecil
g.        Bersikap gegabah dan dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang resikonya cukup tinggi
Selanjutnya terdapat episode depresif yang menampilkan suatu bentuk kesedihan yang sangat mendalam. Beberapa gejala yang akan timbul ketika pasien bipolar memasuki episode depresif, yaitu:
a.         Tubuh merasa ngantuk dan malas untuk melakukan aktivitas
b.        Memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup (bunuh diri)
c.         Menjadi minder
d.        Kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari
e.         Makan menjadi lebih sedikit
f.         Sulit untuk berkonsentrasi
Lalu, apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan bipolar? Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab gangguan bipolar:
a.         Turunan genetik
Diwariskan dari orang tua ataupun anggota keluarga yang lainnya.
b.        Pengaruh lingkungan sosial
Terdapat beberapa faktor sosial yang memungkinkan seseorang untuk terkena penyakit bipolar disorder. Faktor-faktor ini dapat berupa perasaan stress mengenai suatu kejadian trauma pada saat ia masih kecil, mengalami suatu kehilangan yang tragis dan dapat disebabkan oleh rendahnya rasa percaya diri.
c.         Kondisi otak
Otak mampu melalui berbagai perubahan fisik yang mampu mempengaruhi tingkat bahan kimia (neurotransmitter) pada otak. Transmitter sendiri merupakan zat-zat yang dapat mempengaruhi mood pada tubuh.


2. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Post Traumatic Stress Disorder atau gangguan stres pasca trauma merupakan suatu kondisi dimana terganggunya kondisi kejiwaan seseorang yang diakibatkan oleh suatu kejadian tragis yang pernah menimpanya atau disaksikan langsung olehnya.
Penderita PTSD ini biasanya akan merasakan kecemasan yang membuat dirinya tidak bisa melupakan kejadian tragis tersebut atau sebaliknya tidak mau mengingat pengalaman traumatis tersebut.
Pada umumnya, penderita PTSD akan mengalami beberapa gejala, seperti:
a.         Pola pikir yang berubah menjadi negatif
b.        Selalu mengingat ingatan yang mengganggu kenyamanan dirinya
c.         Sering merasa takut dan putus asa untuk menghadapi masa depan
d.        Sering mengalami perubahan emosi

Lalu, apa saja hal yang dapat menyebabkan seseorang menderita PTSD? Berikut beberapa hal yang dapat memicu seseorang untuk terkena PTSD.
a.         Memiliki anggota keluarga yang juga menderita PTSD
b.        Menderita jenis gangguan mental yang lainnya
c.         Mengalami trauma akan suatu kejadian dalam jangka waktu yang cukup lama
d.        Pernah mengalami peristiwa yang menyebabkan trauma

3. Skizofrenia
       Skizofrenia merupakan jenis gangguan mental yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Penderita gangguan mental jenis ini biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti:
a.         Delusi atau waham
b.        Kekacauan berpikir
c.         Halusinasi
d.        Perubahan pada perilaku
e.         Sulit untuk berkonsentrasi
f.         Pikirannya cenderung kacau dan juga membingungkan
g.        Sering merasa gelisah
h.        Kesulitan untuk tidur
i.          Memiliki rasa takut pada tempat umum yang ramai
j.          Menjadi sangat sensitif

Lalu, apa penyebab skizofrenia? Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang menderita skizofrenia, seperti:
a.         Faktor genetik (diwariskan melalui keluarga)
b.        Memiliki perbedaan dalam struktur otak
c.         Faktor lingkungan (akibat terkena infeksi dari suatu virus dan juga kakurangan beberapa nutrisi penting sejak dalam kandungan)
d.        Efek dari penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika
e.         Karena memiliki kadar seratonin dan dopamine pada otak yang tidak seimbang

4. Obsessive Compulasive Disorder (OCD)
Obsessive Compulasive Disorder (ODC) merupakan jenis gangguan mental yang dapat membuat penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Apabila penderita OCD tidak melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang, maka mereka akan merasa ketakutan dan juga cemas.
Sampai saat ini, penyebab pasti dari OCD masih belum diketahui dengan jelas. Tetapi terdapat 2 teori faktor utama yang menjadi penyebab seseorang menderita ODC yaitu faktor biologis dan faktor lingkungan. Selain itu, terdapat juga beberapa hal yang diduga mampu menyebabkan seseorang menderita OCD seperti pengaruh pola asuh dari keluarga.
Tanda-tanda seseorang terkena OCD adalah orang tersebut akan merasa tidak tenang dan juga ketakutan ketika dia tidak melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang sehingga para penderita OCD akan melakukan tindakan secara berulang-ulang untuk menghilangkan perasaan tidak tenang dan juga rasa takut tersebut.

5. Anoreksia Nervosa
Anoreksia Nervosa merupakan jenis gangguan mental yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa takut secara berlebihan apabila berat badan bertambah dan juga persepsi pada bentuk tubuh. Seseorang yang menderita anoreksia akan selalu berusaha untuk memiliki tubuh yang kurus, selain itu mereka juga akan melakukan berbagai macam cara seperti:
a.         Mengkonsumsi obat pencuci perut
b.        Melakukan diet dengan sangat ketat
c.         Selalu memuntahkan makanan yang telah dimakan sebelumnya dengan sengaja
d.        Melakukan kegiatan fisik secara berlebihan

Seseorang yang menderita Anoreksia biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti:
a.         Mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali
b.        Menimbang ukuran makanan serta menghitung jumlah kalori yang berada pada makanan
c.         Memiliki rasa takut yang sangat tinggi terhadap penambahan berat badan
d.        Mengkonsum obat-obatan yang dapat menstimulasi buang air kecil dan juga buang air besar
e.         Melakukan aktivitas olahraga secara berlebihan

Baca juga : Informasi kesehatan lainnya di https://synergyofficial.co.id

Selain beberapa gejala yang telah disebutkan diatas, para penderita anoreksia biasanya juga dapat mengalami gangguan psikologis dan fisik, seperti:
a.         Dehidrasi
b.        Irama jantung yang tak beraturan
c.         Amenore (tidak menstruasi)
d.        Osteoporosis
e.         Memiliki rambut yang tipis dan mudah rontok

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu seseorang untuk menderita anoreksia, yaitu:
a.         Memiliki anggota keluarga yang juga menderita anoreksia
b.        Mengalami perubahan kehidupan ataupun memiliki pengalaman yang membuat seseorang menjadi stress
c.         Pengaruh dari sosial media
d.        Pernah mengalami kejadian traumatis seperti pemerkosaan
e.         Memiliki rasa percaya diri yang cukup rendah

Itulah tadi 5 jenis gangguan mental paling berbahaya yang perlu kamu waspadai. Menjaga kesehatan tubuh memang merupakan hal yang penting, tetapi hendaknya kita tidak mengabaikan kesehatan mental karena kesehatan mental juga menjadi hal yang penting bagi kita. Semoga bermanfaat!