Friday, November 8, 2019

Inilah 5 Jenis Penyakit Gangguan Mental Paling Berbahaya Yang Wajib Kamu Ketahui!



Tentu kita mengetahui bahwa kita tidak hanya harus menjaga kesehatan fisik tetapi juga harus menjaga kesehatan mental tubuh kita. Pasalnya, apabila kamu tidak menjaga kesehatan mental dengan baik maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan mental.
Gangguan mental saat ini masih menjadi permasalahan yang cukup signifikan di dunia bahkan tak terkecuali di Indonesia. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 35 juta orang mengalami depresi, 60 juta orang menderita bipolar, 21 juta orang mengalami skizofrenia dan 47,5 juta orang menderita demensia.
Di Indonesia sendiri, seseorang yang mengalami gangguan mental biasanya dikenal dengan sebutan ‘Orang Gila’ atau ‘Sakit Jiwa’. Bahkan tak jarang seseorang yang mengalami gangguan mental tersebut mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari masyarakat ataupun orang-orang yang berada disekitarnya.
Lalu, apa saja jenis gangguan mental yang paling berbahaya dan patut diwaspadai? Berikut 5 jenis penyakit gangguan mental paling berbahaya yang perlu kamu ketahui.

1. Bipolar Disorder       
Jenis penyakit gangguan mental pertama yaitu Bipolar Disorder. Bipolar Disorder merupakan suatu kondisi dimana berubahnya kondisi suasana hati seseorang secara fluktuatif dan drastis. Nama lain dari penyakit Bipolar ini adalah Manik Depresif.
Ketika seorang pasien yang menderita Bipolar merasa sedih maka pasien tersebut akan merasa sangat tertekan, kehilangan harapan bahkan terdapat beberapa pasien yang sampai kehilangan keinginan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tetapi, pada saat pasien tersebut merasa bahagia, maka dia akan merasa sangat bersemangat dan juga penuh gairah.
Seseorang yang terkenal Bipolar biasanya memiliki beberapa gejala, gejala tersebut tergantung dengan episode yang sedang dihadapi. Seperti episode manic, episode ini terjadi ketika pasien bipolar menjadi sangat bahagia dan terlalu bersemangat. Beberapa gejala yang timbul dari pasien bipolar di episode manic, yaitu:
a.         Kurang tidur
b.        Merasa terlalu bahagia dan bersemangat secara berlebihan
c.         Menjadi lebih banyak makan
d.        Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik yang sedang dibicarakan menjadi topik pembicaraan lainnya
e.         Menurunnya kemampuan untuk melakukan suatu penilaian atau membuat suatu keputusan
f.         Menjadi sangat sensitif dan lebih mudah tersinggung bahkan pada hal-hal kecil
g.        Bersikap gegabah dan dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang resikonya cukup tinggi
Selanjutnya terdapat episode depresif yang menampilkan suatu bentuk kesedihan yang sangat mendalam. Beberapa gejala yang akan timbul ketika pasien bipolar memasuki episode depresif, yaitu:
a.         Tubuh merasa ngantuk dan malas untuk melakukan aktivitas
b.        Memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup (bunuh diri)
c.         Menjadi minder
d.        Kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari
e.         Makan menjadi lebih sedikit
f.         Sulit untuk berkonsentrasi
Lalu, apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan bipolar? Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab gangguan bipolar:
a.         Turunan genetik
Diwariskan dari orang tua ataupun anggota keluarga yang lainnya.
b.        Pengaruh lingkungan sosial
Terdapat beberapa faktor sosial yang memungkinkan seseorang untuk terkena penyakit bipolar disorder. Faktor-faktor ini dapat berupa perasaan stress mengenai suatu kejadian trauma pada saat ia masih kecil, mengalami suatu kehilangan yang tragis dan dapat disebabkan oleh rendahnya rasa percaya diri.
c.         Kondisi otak
Otak mampu melalui berbagai perubahan fisik yang mampu mempengaruhi tingkat bahan kimia (neurotransmitter) pada otak. Transmitter sendiri merupakan zat-zat yang dapat mempengaruhi mood pada tubuh.


2. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Post Traumatic Stress Disorder atau gangguan stres pasca trauma merupakan suatu kondisi dimana terganggunya kondisi kejiwaan seseorang yang diakibatkan oleh suatu kejadian tragis yang pernah menimpanya atau disaksikan langsung olehnya.
Penderita PTSD ini biasanya akan merasakan kecemasan yang membuat dirinya tidak bisa melupakan kejadian tragis tersebut atau sebaliknya tidak mau mengingat pengalaman traumatis tersebut.
Pada umumnya, penderita PTSD akan mengalami beberapa gejala, seperti:
a.         Pola pikir yang berubah menjadi negatif
b.        Selalu mengingat ingatan yang mengganggu kenyamanan dirinya
c.         Sering merasa takut dan putus asa untuk menghadapi masa depan
d.        Sering mengalami perubahan emosi

Lalu, apa saja hal yang dapat menyebabkan seseorang menderita PTSD? Berikut beberapa hal yang dapat memicu seseorang untuk terkena PTSD.
a.         Memiliki anggota keluarga yang juga menderita PTSD
b.        Menderita jenis gangguan mental yang lainnya
c.         Mengalami trauma akan suatu kejadian dalam jangka waktu yang cukup lama
d.        Pernah mengalami peristiwa yang menyebabkan trauma

3. Skizofrenia
       Skizofrenia merupakan jenis gangguan mental yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Penderita gangguan mental jenis ini biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti:
a.         Delusi atau waham
b.        Kekacauan berpikir
c.         Halusinasi
d.        Perubahan pada perilaku
e.         Sulit untuk berkonsentrasi
f.         Pikirannya cenderung kacau dan juga membingungkan
g.        Sering merasa gelisah
h.        Kesulitan untuk tidur
i.          Memiliki rasa takut pada tempat umum yang ramai
j.          Menjadi sangat sensitif

Lalu, apa penyebab skizofrenia? Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang menderita skizofrenia, seperti:
a.         Faktor genetik (diwariskan melalui keluarga)
b.        Memiliki perbedaan dalam struktur otak
c.         Faktor lingkungan (akibat terkena infeksi dari suatu virus dan juga kakurangan beberapa nutrisi penting sejak dalam kandungan)
d.        Efek dari penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika
e.         Karena memiliki kadar seratonin dan dopamine pada otak yang tidak seimbang

4. Obsessive Compulasive Disorder (OCD)
Obsessive Compulasive Disorder (ODC) merupakan jenis gangguan mental yang dapat membuat penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Apabila penderita OCD tidak melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang, maka mereka akan merasa ketakutan dan juga cemas.
Sampai saat ini, penyebab pasti dari OCD masih belum diketahui dengan jelas. Tetapi terdapat 2 teori faktor utama yang menjadi penyebab seseorang menderita ODC yaitu faktor biologis dan faktor lingkungan. Selain itu, terdapat juga beberapa hal yang diduga mampu menyebabkan seseorang menderita OCD seperti pengaruh pola asuh dari keluarga.
Tanda-tanda seseorang terkena OCD adalah orang tersebut akan merasa tidak tenang dan juga ketakutan ketika dia tidak melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang sehingga para penderita OCD akan melakukan tindakan secara berulang-ulang untuk menghilangkan perasaan tidak tenang dan juga rasa takut tersebut.

5. Anoreksia Nervosa
Anoreksia Nervosa merupakan jenis gangguan mental yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa takut secara berlebihan apabila berat badan bertambah dan juga persepsi pada bentuk tubuh. Seseorang yang menderita anoreksia akan selalu berusaha untuk memiliki tubuh yang kurus, selain itu mereka juga akan melakukan berbagai macam cara seperti:
a.         Mengkonsumsi obat pencuci perut
b.        Melakukan diet dengan sangat ketat
c.         Selalu memuntahkan makanan yang telah dimakan sebelumnya dengan sengaja
d.        Melakukan kegiatan fisik secara berlebihan

Seseorang yang menderita Anoreksia biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti:
a.         Mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali
b.        Menimbang ukuran makanan serta menghitung jumlah kalori yang berada pada makanan
c.         Memiliki rasa takut yang sangat tinggi terhadap penambahan berat badan
d.        Mengkonsum obat-obatan yang dapat menstimulasi buang air kecil dan juga buang air besar
e.         Melakukan aktivitas olahraga secara berlebihan

Baca juga : Informasi kesehatan lainnya di https://synergyofficial.co.id

Selain beberapa gejala yang telah disebutkan diatas, para penderita anoreksia biasanya juga dapat mengalami gangguan psikologis dan fisik, seperti:
a.         Dehidrasi
b.        Irama jantung yang tak beraturan
c.         Amenore (tidak menstruasi)
d.        Osteoporosis
e.         Memiliki rambut yang tipis dan mudah rontok

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu seseorang untuk menderita anoreksia, yaitu:
a.         Memiliki anggota keluarga yang juga menderita anoreksia
b.        Mengalami perubahan kehidupan ataupun memiliki pengalaman yang membuat seseorang menjadi stress
c.         Pengaruh dari sosial media
d.        Pernah mengalami kejadian traumatis seperti pemerkosaan
e.         Memiliki rasa percaya diri yang cukup rendah

Itulah tadi 5 jenis gangguan mental paling berbahaya yang perlu kamu waspadai. Menjaga kesehatan tubuh memang merupakan hal yang penting, tetapi hendaknya kita tidak mengabaikan kesehatan mental karena kesehatan mental juga menjadi hal yang penting bagi kita. Semoga bermanfaat!