Tentu
kita mengetahui bahwa kita tidak hanya harus menjaga kesehatan fisik tetapi
juga harus menjaga kesehatan mental tubuh kita. Pasalnya, apabila kamu tidak
menjaga kesehatan mental dengan baik maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan
mental.
Gangguan
mental saat ini masih menjadi permasalahan yang cukup signifikan di dunia
bahkan tak terkecuali di Indonesia. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)
menunjukkan bahwa terdapat sekitar 35 juta orang mengalami depresi, 60 juta
orang menderita bipolar, 21 juta orang mengalami skizofrenia dan 47,5 juta
orang menderita demensia.
Di
Indonesia sendiri, seseorang yang mengalami gangguan mental biasanya dikenal
dengan sebutan ‘Orang Gila’ atau ‘Sakit Jiwa’. Bahkan tak jarang seseorang yang
mengalami gangguan mental tersebut mendapatkan perlakuan yang kurang
menyenangkan dari masyarakat ataupun orang-orang yang berada disekitarnya.
Lalu,
apa saja jenis gangguan mental yang paling berbahaya dan patut diwaspadai?
Berikut 5 jenis penyakit gangguan mental paling berbahaya yang perlu kamu
ketahui.
1. Bipolar Disorder
Jenis
penyakit gangguan mental pertama yaitu Bipolar Disorder. Bipolar Disorder
merupakan suatu kondisi dimana berubahnya kondisi suasana hati seseorang secara
fluktuatif dan drastis. Nama lain dari penyakit Bipolar ini adalah Manik
Depresif.
Ketika
seorang pasien yang menderita Bipolar merasa sedih maka pasien tersebut akan
merasa sangat tertekan, kehilangan harapan bahkan terdapat beberapa pasien yang
sampai kehilangan keinginan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tetapi, pada
saat pasien tersebut merasa bahagia, maka dia akan merasa sangat bersemangat
dan juga penuh gairah.
Seseorang
yang terkenal Bipolar biasanya memiliki beberapa gejala, gejala tersebut
tergantung dengan episode yang sedang dihadapi. Seperti episode manic, episode
ini terjadi ketika pasien bipolar menjadi sangat bahagia dan terlalu
bersemangat. Beberapa gejala yang timbul dari pasien bipolar di episode manic,
yaitu:
a.
Kurang
tidur
b.
Merasa
terlalu bahagia dan bersemangat secara berlebihan
c.
Menjadi
lebih banyak makan
d.
Berbicara
dengan sangat cepat dan mengubah topik yang sedang dibicarakan menjadi topik
pembicaraan lainnya
e.
Menurunnya
kemampuan untuk melakukan suatu penilaian atau membuat suatu keputusan
f.
Menjadi
sangat sensitif dan lebih mudah tersinggung bahkan pada hal-hal kecil
g.
Bersikap
gegabah dan dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang resikonya cukup tinggi
Selanjutnya
terdapat episode depresif yang menampilkan suatu bentuk kesedihan yang sangat
mendalam. Beberapa gejala yang akan timbul ketika pasien bipolar memasuki
episode depresif, yaitu:
a.
Tubuh
merasa ngantuk dan malas untuk melakukan aktivitas
b.
Memiliki
pemikiran untuk mengakhiri hidup (bunuh diri)
c.
Menjadi
minder
d.
Kehilangan
semangat untuk melakukan aktivitas sehari-hari
e.
Makan
menjadi lebih sedikit
f.
Sulit
untuk berkonsentrasi
Lalu,
apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan bipolar? Berikut beberapa faktor yang
menjadi penyebab gangguan bipolar:
a.
Turunan
genetik
Diwariskan
dari orang tua ataupun anggota keluarga yang lainnya.
b.
Pengaruh
lingkungan sosial
Terdapat
beberapa faktor sosial yang memungkinkan seseorang untuk terkena penyakit
bipolar disorder. Faktor-faktor ini dapat berupa perasaan stress mengenai suatu
kejadian trauma pada saat ia masih kecil, mengalami suatu kehilangan yang
tragis dan dapat disebabkan oleh rendahnya rasa percaya diri.
c.
Kondisi
otak
Otak
mampu melalui berbagai perubahan fisik yang mampu mempengaruhi tingkat bahan
kimia (neurotransmitter) pada otak. Transmitter sendiri merupakan zat-zat yang
dapat mempengaruhi mood pada tubuh.
2. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Post Traumatic Stress
Disorder atau gangguan stres pasca trauma merupakan suatu kondisi dimana
terganggunya kondisi kejiwaan seseorang yang diakibatkan oleh suatu kejadian
tragis yang pernah menimpanya atau disaksikan langsung olehnya.
Penderita PTSD ini
biasanya akan merasakan kecemasan yang membuat dirinya tidak bisa melupakan
kejadian tragis tersebut atau sebaliknya tidak mau mengingat pengalaman
traumatis tersebut.
Pada umumnya, penderita
PTSD akan mengalami beberapa gejala, seperti:
a.
Pola pikir yang berubah
menjadi negatif
b.
Selalu mengingat ingatan
yang mengganggu kenyamanan dirinya
c.
Sering merasa takut dan
putus asa untuk menghadapi masa depan
d.
Sering mengalami perubahan
emosi
Lalu, apa saja hal yang
dapat menyebabkan seseorang menderita PTSD? Berikut beberapa hal yang dapat
memicu seseorang untuk terkena PTSD.
a.
Memiliki anggota keluarga
yang juga menderita PTSD
b.
Menderita jenis gangguan
mental yang lainnya
c.
Mengalami trauma akan
suatu kejadian dalam jangka waktu yang cukup lama
d.
Pernah mengalami peristiwa
yang menyebabkan trauma
3. Skizofrenia
Skizofrenia merupakan
jenis gangguan mental yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.
Penderita gangguan mental jenis ini biasanya akan mengalami beberapa gejala
seperti:
a.
Delusi atau waham
b.
Kekacauan berpikir
c.
Halusinasi
d.
Perubahan pada perilaku
e.
Sulit untuk berkonsentrasi
f.
Pikirannya cenderung kacau
dan juga membingungkan
g.
Sering merasa gelisah
h.
Kesulitan untuk tidur
i.
Memiliki rasa takut pada
tempat umum yang ramai
j.
Menjadi sangat sensitif
Lalu, apa penyebab
skizofrenia? Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang menderita
skizofrenia, seperti:
a.
Faktor genetik (diwariskan
melalui keluarga)
b.
Memiliki perbedaan dalam
struktur otak
c.
Faktor lingkungan (akibat
terkena infeksi dari suatu virus dan juga kakurangan beberapa nutrisi penting
sejak dalam kandungan)
d.
Efek dari penggunaan
obat-obatan terlarang seperti narkotika
e.
Karena memiliki kadar
seratonin dan dopamine pada otak yang tidak seimbang
4. Obsessive Compulasive Disorder (OCD)
Obsessive Compulasive
Disorder (ODC) merupakan jenis gangguan mental yang dapat membuat penderitanya
merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Apabila penderita
OCD tidak melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang, maka mereka akan
merasa ketakutan dan juga cemas.
Sampai saat ini, penyebab
pasti dari OCD masih belum diketahui dengan jelas. Tetapi terdapat 2 teori
faktor utama yang menjadi penyebab seseorang menderita ODC yaitu faktor
biologis dan faktor lingkungan. Selain itu, terdapat juga beberapa hal yang
diduga mampu menyebabkan seseorang menderita OCD seperti pengaruh pola asuh
dari keluarga.
Tanda-tanda seseorang
terkena OCD adalah orang tersebut akan merasa tidak tenang dan juga ketakutan
ketika dia tidak melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang sehingga para
penderita OCD akan melakukan tindakan secara berulang-ulang untuk menghilangkan
perasaan tidak tenang dan juga rasa takut tersebut.
5. Anoreksia Nervosa
Anoreksia Nervosa
merupakan jenis gangguan mental yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa
takut secara berlebihan apabila berat badan bertambah dan juga persepsi pada
bentuk tubuh. Seseorang yang menderita anoreksia akan selalu berusaha untuk
memiliki tubuh yang kurus, selain itu mereka juga akan melakukan berbagai macam
cara seperti:
a.
Mengkonsumsi obat pencuci
perut
b.
Melakukan diet dengan
sangat ketat
c.
Selalu memuntahkan makanan
yang telah dimakan sebelumnya dengan sengaja
d.
Melakukan kegiatan fisik
secara berlebihan
Seseorang yang menderita
Anoreksia biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti:
a.
Mengkonsumsi makanan
dengan jumlah yang sedikit atau bahkan tidak makan sama sekali
b.
Menimbang ukuran makanan
serta menghitung jumlah kalori yang berada pada makanan
c.
Memiliki rasa takut yang
sangat tinggi terhadap penambahan berat badan
d.
Mengkonsum obat-obatan
yang dapat menstimulasi buang air kecil dan juga buang air besar
e.
Melakukan aktivitas
olahraga secara berlebihan
Baca juga : Informasi kesehatan lainnya di https://synergyofficial.co.id
Baca juga : Informasi kesehatan lainnya di https://synergyofficial.co.id
Selain beberapa gejala
yang telah disebutkan diatas, para penderita anoreksia biasanya juga dapat
mengalami gangguan psikologis dan fisik, seperti:
a.
Dehidrasi
b.
Irama jantung yang tak
beraturan
c.
Amenore (tidak menstruasi)
d.
Osteoporosis
e.
Memiliki rambut yang tipis
dan mudah rontok
Terdapat beberapa faktor
yang dapat memicu seseorang untuk menderita anoreksia, yaitu:
a.
Memiliki anggota keluarga
yang juga menderita anoreksia
b.
Mengalami perubahan
kehidupan ataupun memiliki pengalaman yang membuat seseorang menjadi stress
c.
Pengaruh dari sosial media
d.
Pernah mengalami kejadian
traumatis seperti pemerkosaan
e.
Memiliki rasa percaya diri
yang cukup rendah
Itulah tadi 5 jenis
gangguan mental paling berbahaya yang perlu kamu waspadai. Menjaga kesehatan
tubuh memang merupakan hal yang penting, tetapi hendaknya kita tidak
mengabaikan kesehatan mental karena kesehatan mental juga menjadi hal yang
penting bagi kita. Semoga bermanfaat!
